25 Faedah Kisah Salman Al-Farisi

Sudah kita ketahui bersama bahwa Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu memiliki sebuah kisah menakjubkan dalam pencariannya terhadap kebenaran. Kisah selengkapnya bisa dibaca di sini.

Nah, pada kesempatan kali ini, kami akan sedikit memaparkan beberapa faedah yang bisa dipetik dari kisah Salman Al-Farisi tersebut, yang dikumpulkan oleh saudara-saudara kami, para santri Ma’had Zaadul Ma’ad Palembang. Semoga bermanfaat.

Di antara faedah yang bisa dikutip dari kisah Salman Al-Farisi adalah sebagai berikut:

  1. Akhlak buruk orang-orang Yahudi, seperti memukul, mencela, dan membenci Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Islam.
  2. Wajib menerima kebenaran jika telah datang dalil-dalil yang pasti.
  3. Hendaknya mengambil ilmu agama dari ahlinya (sumbernya).
  4. Penuntut ilmu haruslah mencari kebenaran. Ilmu tidak berdiam diri di rumah.
  5. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memiliki tanda-tanda kenabian.
  6. Perjalanan menuntut ilmu dipenuhi hambatan dan rintangan.
  7. Hendaknya menahan/menjaga lisan dari menyebut kekurangan dan aib ulama atau asatidzah.
  8. Allah Ta’ala memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.
  9. Agama Nasrani mengimani Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai nabi yang terakhir.
  10. Hidayah itu dicari atau dijemput.
  11. Pentingnya meminta nasihat kepada alim ulama.
  12. Siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapatkannya. Karena di balik kesulitan ada kemudahan.
  13. Akhlak mulia Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti membagi-bagikan makanan dan mengurus jenazah.
  14. Hendaknya sabar dalam mencari kebenaran.
  15. Ketegaran para sahabat dalam mengimani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada masa beliau hidup.
  16. Bolehnya membuktikan kebenaran, tidak terburu-buru.
  17. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak makan dari sedekah, akan tetapi menerima hadiah.
  18. Diperbolehkan berwasiat saat menjelang kematian.
  19. Hendaknya konsisten mulazamah menimba ilmu bersama ulama atau asatidzah di pondok.
  20. Mengucapkan basmalah sebelum makan.
  21. Akhlak bangsa Arab dalam memuliakan orang yang membutuhkan seperti musafir.
  22. Hendaknya memberikan kemudahan kepada orang yang menginginkan hidayah atau kebenaran.
  23. Hendaknya menahan diri dari sesuatu yang diharamkan bagi dirinya.
  24. Dianjurkan mengucapkan salam saat bertemu.
  25. Diperbolehkan menceritakan kebaikan kepada orang lain dengan tujuan agar bisa dijadikan pelajaran.

Masih banyak faedah yang sebenarnya bisa diambil dari kisah yang sarat hikmah ini. Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita semua hamba-Nya yang pandai mengambil pelajaran dan hikmah dari setiap kejadian dan kisah.

Penyusun: Santri Ma’had Zaadul Ma’ad Palembang
Artikel: zaadulmaad.wordpress.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *